Ngeranih Pade (Panen Padi)
Di beberapa daerah di kalimantan utara, selesai panen padi biasanya dirayakan dengan prosesi adat yang meriah. Contohnya, di Klaster Binuang Kecamtan krayan tengah diadakah pesta panen atau luba ngeloko (bahasa Lengilo'), yang bertujuan untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Prosesi ini biasanya melibatkan seluruh masyrakat doa bersama dengan sajian makanan khas dari desa .
Persiapan yang diperlukan untuk panen padi adalah alat potong padi misalnya alat potong padi seperti sabit padi, Tentukan waktu panen yang tepat, biasanya ketika padi sudah matang dan kering dan di Jemur padi di bawah sinar matahari untuk mengeringkan dan setelah kering di pisahkan dari jeraminya akan di simpan di ditempat yang aman atau lumbung supaya bisa bertahan dalam beberapa tahun.Potong padi merupakan salah satu proses penting dalam budidaya padi yang telah dilakukan secara turun-temurun di kalangan masyarakat krayan tengah Proses ini tidak hanya tentang memanen hasil pertanian, tetapi juga tentang tradisi yang di lakukan dengan gotong royong oleh masyarakat Potong padi bukan hanya tentang proses pertanian, tetapi juga tentang tradisi dan kebudayaan masyarakat.
Proses tanam hingga panen:
- Pembibitan: Benih padi dipilih dan disemai di tempat khusus (biasanya di atas tanah yang rata dan teduh). Benih direndam dulu selama 24 jam, lalu disemaikan di atas tanah yang sudah disiapkan.
- Persiapan Semai: semai padi biasanya berupa tanah yang gembur dan subur.
- Semai: Benih padi yang sudah berkecambah disemaikan dengan jarak yang tidak ditentukan
- Pindah Tanam: Setelah bibit padi berusia kurang lebih 30 hari, siap dipindahkan ke sawah.
Saat musim panen selesai makan akan diadakan Luba ngeloko atau pasta panen dan ada beberapa persiapan yang akan dilakukan agar proses luba ngeloko atau pesta panen berjalan sesuai kebutuhan masyarakat setempat misalnya dibagi tugas masing-masing kaum laki-laki mengambil kayu api, berburu, memancing, serta mengambil bambu untuk Rone atau Lemang sedangkan yang kaum perempuan mengambil daun, sayur-sayuran serta memasak nasi untuk acara makan bersama luba ngeloko atau pesta panen dan saat acara dimulai semua hasil panen akan dibacakan jumlah baik dari hasil panen padi dan jawawut, serta sugrum akan di baca dan akan didoakan dalam saat Ibadah syukur pesta panen ini adalah salah satu ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah, panen padi bisa jadi momen yang sangat dinantikan petani. Mereka bisa menikmati hasil jerih payah selama beberapa bulan. Dampaknya bisa berupa:
- Peningkatan pendapatan
- Kesempatan untuk menanam kembali
- Peningkatan kesejahteraan keluarga petani
Tapi, ada juga tantangan seperti harga gabah dan biaya produksi yang meningkat