Tradisi Masak Bersama Saat ada Acara Adat (Pernikahan) atau acara lainnya
Di Kecamatan krayan tengah , Kalimantan Utara, acara adat tidak pernah ramai tanpa asap dari dapur panjang. Panci-panci besar berjejer, kayu bakar menyala, dan masyarakat duduk melingkar sambil bekerja bersama. Inilah budaya tradisi masak gotong royong yang sudah turun-temurun mengajarkan bahwa kebersamaan rasanya lebih nikmat dari hidangan manapun.
Di desa-desa, termasuk di daerah Krayan seperti Pa Milau dan Long Mutan dan Binuang, kalau ada acara adat pasti ramai. Bukan cuma karena acaranya, tapi karena dari jauh-jauh hari warga sudah sibuk "masak bersama" di dapur umum. Ini bukan sekadar masak. Ini tradisi yang menjaga kebesamaan Dapur Umum atau Tempat Berkumpulnya Warga Saat ada pernikahan, syukuran, atau acara adat lainnya, ibu-ibu, bapak-bapak, sampai anak muda langsung turun tangan. Ada yang bagian motong sayur, menumbuk bumbu, sampai masak nasi dalam jumlah besar Dapur jadi pusat cerita, canda tawa, dan tempat berbagi resep turun-temurun.
radisi masak bersama saat acara adat bukan cuma soal kenyang. Ini tentang rasa memiliki, saling bantu, dan menjaga warisan. Di tengah zaman yang serba cepat, tradisi seperti ini mengingatkan kita: bahagia itu paling enak kalau dinikmati bersama-sama.
Baca juga:
Batu Ruyud
Batu Ruyud